Teknologi bukanlah apa-apa. Hal yang penting adalah kamu memiliki keyakinan terhadap orang lain, dimana mereka pada dasarnya baik dan pintar, dan jika kamu memberikan mereka peralatan, mereka akan melakukan hal yang menakjubkan dengan alat-alat itu.
Cara Membuat Topologi Jaringan Tree di Cisco Packet Tracer
Artikel berikut ini akan menyajikan tutorial cara membuat topologi jaringan tree di Cisco Packet Tracker. Jika kamu bingung mencari caranya, kamu berada di tempat yang tepat! jadi, simak sampai akhir, ya!
Salah satu yang perlu kita ketahui ketika mempelajari jaringan komputer adalah mengenai topologi jaringan. Bagi yang belum tahu mungkin bertanya-tanya apa itu topologi jaringan dan bagaimana cara membuatnya?
Pemahaman tentang berbagai topologi jaringan memungkinkan kita memilih yang paling cocok dengan kebutuhan kita. Topologi yang efisien akan memastikan koneksi yang lancar antara perangkat, mengurangi kerugian sinyal dan latensi.
Pemahaman yang mendalam tentang topologi jaringan komputer memungkinkan kita merancang, mengelola, dan menyelesaikan masalah jaringan dengan lebih efektif. Ini merupakan dasar penting dalam menciptakan jaringan yang andal, efisien, dan aman.
Pemahaman yang baik terhadap topologi jaringan juga membuat kita dapat memilih dan merancang struktur jaringan yang optimal. Dengan demikian, koneksi antara perangkat akan berjalan dengan baik, mengurangi gangguan, dan latency yang tidak diinginkan.
Pengertian Topologi Tree
Topologi jaringan tree adalah salah satu jenis topologi yang sering digunakan dalam desain jaringan.
Topologi ini menggambarkan struktur hierarki yang mirip dengan bentuk pohon, di mana terdapat satu perangkat pusat yang terhubung ke beberapa perangkat cabang.
Setiap perangkat cabang dapat terhubung langsung ke perangkat pusat atau melalui perangkat lain dalam jaringan.
Cara Membuat Topologi Tree di Cisco Packet Tracer
Untuk membuat topologi tree di Cisco Packet Tracer, kamu perlu melakukan beberapa langkah yang dapat disimak pada penjelasan berikut ini:
1. Persiapan
Sebelum memulai, pastikan kamu telah menginstal aplikasi pengujian jaringan Cisco Packet Tracer. Selanjutnya, kita perlu menyiapkan perangkat keras yang akan digunakan.
Sebagai contoh, pengguna akan membutuhkan satu buah server, tiga buah switch, dan empat buah PC. Pastikan semua perangkat terhubung dengan benar.
Sambungkan PC ke Switch dan Switch ke Server menggunakan menu connection yang terdapat di bagian bawah. Gambarannya seperti gambar di bawah ini:
2. Konfigurasi Server
Langkah pertama dalam membuat topologi jaringan adalah mengkonfigurasi server. Klik Server dan masuk ke tab Desktop, lalu klik IP Configuration.
Gunakan settingan IP Address 192.168.1.1, Subnet Mask 255.255.255.0, dan Default Gateway 192.168.1.1.
Apabila sudah selesai melakukan setting pada Server, tutup window IP Configuration.
3. Konfigurasi PC
Setelah mengatur server, saatnya mengkonfigurasi PC. Klik PC dan masuk ke menu IP Configuration pada tab Desktop.
Gunakan settingan IP Address 192.168.1.3, Subnet Mask 255.255.255.0, dan Default Gateway 192.168.1.1.
Aplikasikan settingan tersebut pada semua PC dengan mengganti alamat IP PC menjadi 192.168.1.2, 192.168.1.3, dan seterusnya sesuai dengan jumlah PC yang kamu gunakan.
Pastikan default gateway pada setiap PC tetap 192.168.1.1. Ini akan memastikan semua perangkat terhubung dengan benar.
4. Pengujian Koneksi
Sekarang, kita akan menguji koneksi jaringan yang telah dibuat. Ketikkan "ping 192.168.1.1" atau sesuai dengan IP Address yang terdapat pada salah satu PC di Command Prompt Cisco Packet Tracer.
Jika kamu melihat hasil ping yang sukses, itu berarti koneksi jaringan berfungsi dengan baik. Pengguna juga dapat menguji koneksi dengan mengirim pesan dari server ke PC lainnya. Pastikan kamu melihat hasil yang sukses pada setiap percobaan.
Dalam tutorial ini, kita telah mempelajari cara membuat topologi jaringan sederhana menggunakan topologi jaringan Tree.
Apa yang akan kamu lakukan jika diminta untuk menyimpan banyak data di program. Misalkan kita ingin menyimpan nama-nama teman untuk data kontak. Mungkin saja, kita akan menyimpannya seperti ini:
Hal ini boleh-boleh saja. Akan tetapi, masalahnya: “Gimana nanti kalau ada banyak sekali data, pasti capek bikin variabel terus?”Karena itu, kita membutuhkan Array. Apa itu Array, dan bagaimana cara menggunakannya?
Mari kita bahas…
Apa itu Array?
Array merupakan struktur data yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data dalam satu tempat.
Setiap data dalam Array memiliki indeks, sehingga kita akan mudah memprosesnya.
Indeks array selalu dimulai dari angka nol (0).
Pada teori struktur data…
…ukuran array akan bergantung dari banyaknya data yang disimpan di dalamnya.
Cara Membuat Array pada C++
Pada C++, array dapat kita buat dengan cara seperti ini.
// membuat array kosong dengan tipe data integer dan panjang 10
int nama_array[10];
// membuat array dengan langsung diisi
int nama_arr[3] = {0, 3, 2}
Cara membuat array hampir sama seperti cara membuat variabel biasa.
Bedanya… pada array kita harus menentukan panjangnya.
Cara Mengambil Data dari Array
Seperti yang sudah kita ketahui…
Array akan menyimpan sekumpulan data dan memberinya nomer indeks agar mudah diakses.
Indeks array selalu dimulai dari nol 0.
Misalkan kita punya array seperti ini:
char huruf[5] = {'a', 'b', 'c', 'd', 'e'};
Bagaimana cara mengambil huruf c?
Jawabannya:
huruf[2];
Mengapa bukan huruf[3]?
Ingat: indeks array selalu dimulai dari nol.
Biar lebih jelas, mari kita coba dalam program. Silakan buat file baru dengan nama contoh_array.cpp, kemudian isi dengan kode berikut:
#include<iostream>usingnamespace std;
intmain(){
char huruf[5] = {'a', 'b', 'c', 'd', 'e'};
// mengambil data pada array
cout <<"Huruf: "<< huruf[2] << endl;
return0;
}
Setelah itu, coba compile dan jalankan.
Maka hasilnya:
Mengisi Ulang Data pada Array
Data pada array dapat kita isi ulang dengan cara seperti ini:
huruf[2] ='z';
Maka isi array huruf pada indeks ke-2 akan bernilai 'z'.
Kalau tidak percaya…
Kamu bisa coba buktikan sendiri.
Silakan ubah kode pada contoh_array.cpp menjadi seperti ini:
Berikutnya kita harus menghitung nilai rata-rata dari sekumpulan nilai tersebut.
Rumus nilai rata-rata:
Mari kita buat programnya…
#include<iostream>usingnamespace std;
intmain(){
// membuat array dari tinggi badan
int tinggi_badan[10] = {175, 165, 166, 157, 184, 156, 163, 176, 171, 169};
// length itu sama dengan n
int length =sizeof(tinggi_badan) /sizeof(tinggi_badan[0]);
int sum =0;
for(int i =0; i < length; i++){
sum += tinggi_badan[i];
}
// rata-rata tinggi badan
float rata_rata = (float)sum / (float)length;
printf("Rata-rata tinggi badan: %.2f\n", rata_rata);
return0;
}
Hasilnya:
Array Multi Dimensi
Array yang kita buat pada contoh-contoh program di atas adalah array satu dimensi.
Array bisa dibuat dua dimensi bahkan lebih.
Array multidimensi biasanya digunakan untuk membuat matriks.